5 Alasan Kucing Memakan Kotoran Anaknya

Kucing Memakan Kotoran Anaknya | Sewaktu kucing selesai melahirkan untuk pertama kalinya, pastinya sebagai pemilik kita merasa dapat bernapas lega. Tapi nyatanya kita tak dapat berbuat demikian, pastinya akan ada saja hal-hal yang mengganggu pikiran serta perasaan kita.

 

Kucing Memakan Kotoran Anaknya
Foto Kucing Memakan Kotoran Anaknya

 

Salah satu yang membuat pikiran dan hati kita terganggu adalah perilaku induk kucing yang aneh. Prilaku aneh tersebut antara lain kucing memakan anaknya sendiri, memakan ari-ari kucing serta kucing makan kotoran anaknya sendiri ( coprophagia ).

Perilaku yang tak biasa ini umumnya terjadi pada kucing yang baru saja melahirkan. Hal ini terjadi tak hanya pada kucing kampung, juga tejadi pada kucing ras dan hal ini adalah normal dan tak berbahaya bagi sang induk kucing.

Lalu mengapa induk kucing memakan kotoran anaknya sendiri dan apakah tindakan yang mesti kita lakukan ketika kita melihat kucing memakan kotoran anaknya sendiri. Untuk mengetahui alasan kenapa kucing makan kotoran anaknya, Good Readers dapat menyimak tulisan Anggora di bawah ini. 


Kucing Memakan Kotoran Anaknya

Bagi kita manusia mungkin tingkah laku kucing yang memakan kotoran anaknya adalah sesuatu yang menjijikkan. Tak hanya itu, kita juga berpikiran bahwa induk kucing bisa saja sakit karena terlalu banyak makan kotoran anaknya.

Tetapi tak semua yang kita pikirkan itu benar. Kucing memiliki alasan sendiri mengapa ia melakukan hal ini. Beberapa alasannya antara lain :

1. Induk Kucing Ingin Anaknya Selalu Bersih

Baik manusia ataupun kucing, keduanya ingin agar anaknya selalu bersih. Itulah alasan pertama mengapa kucing memakan kotoran anaknya. Ia tak ingin agar anak-anaknya terkena kotoran mereka sendiri yang mereka keluarkan secara sembarangan di tempat di mana mereka menyusui.

Bukan cuma kotoran yang ada di sekitar anak-anaknya saja, induk kucing pun juga akan menjilati kotoran yang menempel di tubuh bahkan pantat anak-anaknya. Selain karena tak ingin anak-anaknya kotor, kucing juga ingin menjaga tubuh anaknya tetap steril.

Steril di sini adalah bebas dari kotoran dan juga bebas dari mikroorganisme yang berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit bagi anak kucing. Kebiasaan menjilati kotoran pada tubuh anak kucing ini biasanya berlangsung dari mulai kucing terlahir ( 1 hari ) hingga berusia 1 bulanan.

Tak jarang juga induk kucing juga akan menjilati anaknya hingga bersih dari kotoran bahkan jika usianya telah melebihi 1 bulanan.

Tak hanya memakan kotoran anaknya induk kucing bahkan tak segan memakan anaknya sendiri. Cari tahu penyebabnya dengan mengklik di sini.


2. Kucing Merasa Kelaparan Dan Butuh Asupan Nutrisi

Kucing hamil yang baru saja melahirkan akan merasakan lelah sekaligus merasa kelaparan. Ini terjadi sebab seperti yang kita tahu bahwa proses melahirkan bukanlah suatu hal yang mudah dan tentu saja menguras banyak stamina.

Karena itu beberapa induk kucing terkadang melakukan perilaku aneh dan ada juga yang menyimpang. Beberapa di antara kita mungkin sudah tahu apa saja itu, tapi bagi kamu yang belum tahu maka kamu dapat melihat apa saja perilaku tersebut di bawah ini :

  • Kucing makan ari-ari atau plasenta anak kucing

  • Kucing memakan kotoran yang ada pada anaknya sendiri

  • Kucing memakan anaknya sendiri


Memakan ari-ari atau anak  kucing dapat mengembalikan energi sang induk yang terkuras habis karena baru saja melahiran dan sebagai makanan yang kaya asupan nutrisi. Tetapi untuk makan kotoran kucing sendiri biasanya alasannya hanya sekedar agar perut kucing terisi ( menunda lapar ).

 

3. Kucing Terbiasa Dengan Coprophagia

Coprophagia adalah suatu prilaku hewan yang memakan kotoran. Bagi kita manusia mungkin hal ini terlihat sangat jorok dan juga menjijikkan tetapi bagi kucing mungkin berbeda. Kucing mungkin sudah terbiasa dengan hal ini.

Dan perlu kamu tahu bahwa kebiasaan ini biasanya hanya dilakukan oleh induk kucing saat anaknya berusia tertentu dan masih meminum ASI induknya. Kotoran anak kucing yang masih meminum susu ASI biasanya tak berbau busuk dan keras.

Yah walaupun begitu, banyak dari kita pecinta kucing yang masih menganggap coprophagia tindakan yang sangat jorok, menjijikkan dan tak menyehatkan meskipun induk kucing hanya memakan kotoran anaknya yang masih minum susu ASI ( tak berbau busuk ).

Kucing yang tak memiliki induk biasanya tiap berapa jamkah di beri susu ? Lihat jawabannya di sini.

 

4. Menjilat Dubur Untuk Merangsang Anak Kucing Agar dapat Buang Air Besar

Di kala kucing sudah berusia 2 mingguan, mata anak kucing sudah mulai melihat dengan jelas dan mampu bergerak ke sana kemari. Anak kucing dapat bergerak kesana-kemari meskipun jalannya seperti mau jatuh alias sempoyongan.

Di waktu kucing berada pada usia ini anak kucing mulai semakin banyak meminum susu induknya. Di usia ini juga sistem pencernaan kucing mulai semakin sempurna dan anak kucing akan mulai buang air besar dari duburnya.

Namun anak kucing akan merasa kesulitan dan tak tahu bagaimana caranya buang air besar. Nah di sinilah peran induk kucing untuk membantu sekaligus mengajarkan anaknya bagaimana cara buang air besar yang baik dan benar.

Induk kucing akan membantu anaknya pup dengan cara merangsangnya dengan menjilati dubur anaknya. Anak kucing yang tak mengalami masalah dengan pencernaanya biasa akan langsung buang air besar setelah sang induk merangsang dengan menjilati duburnya.

Saat ini terjadi tak jarang induk kucing akan memakan kotoran anaknya. Meskipun ini termasuk kotoran tetapi kotoran ini tak akan berbau sebab anak kucing masih meminum ASI induknya. Itulah mengapa kotoran bayi kucing yang masih muda tak begitu bau jika di bandingkan kucing dewasa.

 

5. Kucing Mengalami Stress

Kucing juga dapat mengalami stress loh sama seperti yang di alami oleh manusia. Di saat induk kucing mengalami stress tak jarang induk kucing akan memakan kotoran anaknya sendiri ( coprophagia ).

Kucing yang mengalami stress biasanya akan memiliki perilaku seperti berikut ini :

  • Menjadi lebih pendiam

  • Menggigiti tubuhnya secara berlebihan

  • Menjilati tubuhnya secara berlebiahn

  • Sering Tidur

  • Tak mau makan

  • Pemarah

  • Menjadi Aggresif

  • Terkadang suka menyerang majikannya sendiri ( ciri satu ini harus di sertai minimal 4 ciri di atas )


Untuk mengatasi stress kucing kamu mungkin dapat mencoba beberapa cara berikut. lihat caranya di sini.


Bagaimana Jika Hal Ini Berlanjut Terus-Terusan ?

Jika hal ini terus-terusan berlanjut maka ini bukanlah hal yang wajar dan tentunya tak baik bagi kesehatan kucing. Penyebab mengapa hal ini terjadi biasanya di karena 2 faktor :

  1. Kucing terbiasa melakukannya

  2. Kucing mengalami stress dan gangguan medis lainnya


Lalu bagaimanakah cara mengatasinya ? Yang pertama yang harus kamu lakukan adalah mengawasi kucing dalam beberapa hari untuk menentukan apakah hal ini karena kucing terbiasa melakukannya ataukah akibat stress dan penyakit medis.

Jika setelah di awasi dalam beberapa hari kucing tak menunjukkan pertanda bahwa ia sakit seperti :

  • Tak mau makan

  • Sering tidur

  • Menjadi pendiam

  • Tak makan hanya minum saja

  • Tak mengurus diri

  • Dan sejenisnya


Maka bisa di pastikan kucing hanya terbiasa melakukannya dan cara mengatasinya cukup mudah yakni dengan merubah perilakunya ataupun melebihkan porsi makanannya agar ia kenyang dan tak mampu makan kotoran.

Tetapi jika ternyata kucing sakit maka solusi terbaik adalah membawa kucing ke dokter hewan terdekat untuk segera mendapatkan perawatan dan pengobatan.


Bagaimana Cara Mengatasi Hal Ini Tanpa Harus Ke Dokter Hewan ?

Bagi kamu yang kucingnya tak sakit dan ingin mencoba untuk mengatasi hal ini tanpa harus ke dokter maka kamu dapat mencoba beberapa cara di bawah ini :

1. Tambah Porsi Makan Kucing

Cara pertama yang dapat kamu coba adalah menambah porsi makan kucing. Dengan cara ini kamu dapat membuat kucing kamu merasa kenyang sekaligus dapat mencegah ia memakan kotoran anaknya atau kucing lain karena ia sudah merasa kenyang.

Tapi cara ini tak boleh kamu lakukan terus-terusan sebab ada resiko kucing mengalami obesitas ( kegemukan ) bila cara ini terus di lakukan. Ketika kucing sudah tak makan kotoran lagi maka sebaiknya kembalikan porsi makan kucing ke porsi normal atau standar.

Kucing kamu tak mau makan dry food ? Atasi dengan menggunakan cara yang ada di sini.

 

2. Larang Kucing

Cara kedua yaitu melarang kucing. Ketika kamu memergoki kucing akan makan kotoran anaknya kamu dapat mengusir, mencegah ia memakannya ataupun menyiramnya dengan air. Dengan cara ini lambat laun kucing akan mengingatnya dan meninggalkan kebiasaan buruknya ini.

Cara yang paling efektif sebenarnya adalah dengan cara menyiramnya dengan air. Jangan sembarangan menyiram kucing dengan air, cukup siram air ke wajahnya saja. Siramkan sedikit air atau percikkan wajahnya dengan air.

Dengan menyiram bagian wajahnya saja kita dapat melarang kucing memakan kotoran anaknya sekaligus mencegah ia demam karena tubuhnya terlalu basah.


3. Berikan Cemilan

Cara ketiga ini hampir sama dengan cara nomor satu. Yang membedakan hanya kita memberikan kucing cemilan ketika ia hendak memakan kotoran anaknya. Umumnya cara ini cukup efektif untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini.

Tetapi sama saja dengan cara lainnya, yakni cara ini sama-sama membutuhkan waktu yang agak lama dan butuh kesabaran agar berhasil menghilangkan kebiasaan kucing memakan kotoran anaknya sendiri ( Coprophagia ).

Baca juga review makan kucing Felibite dengan mengklik di sini.

Mungkin itu saja pembahasan mengenai penyebab kenapa induk kucing memakan kotoran anaknya sendiri. Dengan adanya artikel ini semoga dapat membuat kamu paham mengenai hal ini dan kamu dapat mengatasinya dengan mudah.

Serta menambah wawasan kamu dan bisa bermanfaat buat kamu. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke kerabat, teman, pecinta kucing lainnya dan bagikan juga ke akun sosial media kamu.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url