close

7 Bahaya Kucing Untuk Wanita

7 Bahaya Kucing Untuk Wanita | Memelihara kucing memanglah suatu hal yang menyenangkan dan memberi banyak manfaat seperti menghilangkan stress, membuat kita tertawa dengan tingkah lucunya, teman hidup, penghibur di kala sedih, memberikan kenangan indah dan menjengkelkan dan lain sebagainya.

 

Bahaya Kucing Untuk Wanita
Ilustrasi Bahaya Kucing Untuk Wanita

 

Namun memelihara kucing bukanlah serta merta hanya dapat memberikan hal positif tetapi bisa juga mendatangkan hal negatif seperti penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Tentunya hal ini juga berlaku tak hanya pada hewan kucing saja namun pada hewan lainnya juga.

Ini akan terjadi bila mana kita tak merawat dengan baik hewan peliharaan kita dan memperhatikan kondisi kesehatan hewan peliharaan kita. Karenanya sebelum memulai memelihara hewan apapun termasuk kucing, Anggora menyarankan supaya kamu memiliki niat yang kuat untuk merawat hewan tersebut dengan baik serta paham apa saja resiko yang harus kamu hadapi ketika hewan tersebut sakit.

Nah bagi kamu yang sudah memiliki niat kuat dalam merawat kucing, kamu perlu tahu apakah kucing bahaya untuk wanita ataupun bagi gadis yang memeliharanya. Baca penjelasan lengkap mengenai bahaya memelihara kucing ataupun anak kucing bagi wanita di bawah ini.

 

Bahaya Memelihara Kucing Untuk Wanita

Kamu mungkin pernah dengar rumor di masyarakat bahwa berbahaya bagi wanita yang memelihara kucing sebab ia tak akan bisa hamil ataupun memiliki anak. Nah rumor ini hanyalah sebuah hoaks alias mitos belaka. Rumor mengenai hal ini sempat Anggora bahas pada artikel sebelumnya yang dapat kamu lihat di sini.

Adapun bahaya kucing yang sebenarnya bagi wanita ataupun cewek yang memelihara kucing hanyalah terjadi pada masa-masa tertentu saja yakni saat masa kehamilan sampai melahirkan serta bahaya akibat penyakit tertentu. Bahaya tersebut ialah sebagai berikut ini :

1. Membahayakan Kesehatan Ibu Hamil

Seorang wanita yang tengah mengandung biasanya memiliki sistem imun yang sangat lemah di bandingkan wanita yang sedang tak hamil ataupun orang dewasa. Saat kamu hamil tubuh kamu menjadi sangat rentan terhadap serangan penyakit, salah satunya adalah toxoplasmosis.

Toxoplasmosis di sebabkan oleh parasit T. Gondi yang ada pada feses kucing. Penyakit ini biasa di tularkan oleh kucing melalui kotorannya serta bulu-bulunya. Ibu hamil yang terjangkit biasanya akan mengalami :

  • Demam

  • Kesulitan berbicara

  • Penglihatan menjadi terganggu

  • Pendengaran terganggu

  • Sering merasakan pusing

  • Kejang

  • Nyeri otot

  • Kelelahan

  • Radang tenggorokan

Selain bisa menularkan toksoplasma lewat bulu, ternyata bulu kucing juga memiliki bahaya lainnya bagi kesehatan tubuh. Cari tahu apa bahayanya terhadap kesehatan manusia dengan mengklik di sini

 

2. Dapat Membuat Janin Keguguran

Selain dapat menyerang si ibu yang sedang hamil. Toxoplasma ternyata dapat juga membuat anak atau calon bayi yang di kandung beresiko mengalami keguguran. Penyakit ini akan terlebih dahulu masuk ke dalam tubuh sang ibu dan menyerangnya selanjutnya ia pun akan menyerang si calon buah hati juga.


3. Dapat Menyebabkan Bayi Terlahir Cacat

Tak hanya bisa menyebabkan kematian pada bayi yang masih dalam kandungan. Penyakit Toksoplasmosis berdasarkan pendapat ahli bisa juga membuat bayi yang terinfeksi ketika ia masih berada di dalam kandungan beresiko terlahir dengan kondisi cacat.


4. Alergi

Bahaya yang ke empat yakni bisa membuat perempuan yang memelihara kucing mengalami alergi. Ini terjadi akibat reaksi alergi yang timbul dari urin ataupun liur kucing yang mungkin menempel di bulu-bulunya ketika ia buang air kecil ataupun ketika kucing mandi dengan menjilati tubuhnya.

Reaksi alergi yang timbul biasanya berupa flu, bersin-bersin, mata gatal, hidung pilek, peradangan Sinus.


5. Penyakit Cakar Kucing

Cat Scratch Disease atau yang biasa di sebut dengan penyakit cakar kucing. Penyakit ini biasanya terjadi karena cakaran kucing serta tak menunjukkan gejala tertentu. Penyakit ini terjadi sebab berpindahnya bakteri bartonella dari kucing di saat kita tercakar ataupun tergigit oleh kucing.

Bakteri ini bisa juga berpindah tanpa melalui cakaran ataupun gigitan kucing. Contohnya penularan dapat terjadi setelah kita mengelus-ngelus kepala ataupun tubuh kucing lalu menyeka mata menggunakan tangan yang baru saja mengelus kucing. Otomatis bakteri tanpa kita sadari telah berpindah.

Gejala awal terinfeksi bartonella ialah adanya benjolan kecil pada tahapan awal di masa 10 hari pertama. Tak hanya benjolan, gejala lain seperti muntah-muntah, menggigil, badan lemas atau terasa capek, peradangan, merasakan mual serti adanya nyeri yang terasa di kelenjar getah bening.

Bagi orang dengan sistem imun tubuh yang kuat, penyakit ini tak akan memberi dampak. Namun beda cerita bila yang terinfeksi ialah mereka yang punya imun yang lemah, dampaknya bisa saja menjadi berbahaya.

 

6. Asma

Kucing juga dapat menyebabkan masalah gangguan pernapasan seperti asma, sesak napas dan sejenisnya.  Gangguan pernapasan ini umumnya terjadi akibat bulu kucing rontok dan seringnya interaksi kita terhadap kucing yang bulunya rontok tersebut. Interaksi tersebut dapat berupa :

  • Mengelus atau membelai kucing namun tak mencuci tangan setelahnya

  • Sering tidur bersama kucing

  • Kucing sering berada di dekat kepala kita dan bulunya secara tak sadar dan tak sengaja terhirup oleh kita.

  • Bulu yang rontok terkadang masuk ke makanan dan kita tak sadar memakannya.


7. Kurap

Bahaya selanjutnya adalah penyakit kurap. Hal ini tentu terasa amat berbahaya bagi kamu yang memiliki kulit yang indah nan halus. Penyakit kurap ataupun kulit terjadi akibat kita mengelus kucing yang terserang penyakit infeksi jamur seperti scabies.

Karenanya sesaat setelah merawat atau mengobati kucing yang terkena infeksi jamur, basuh tangan sampai bersih dengan sabun.

 

Bagaimanakah Cara Menghindari Bahaya Penyakit Kucing Agar Wanita Bisa Tetap Memelihara Kucing ?

Caranya sebenarnya cukup mudah yakni dengan merawat kucing dengan baik, menjaga kebersihannya dan memperhatikan kondisi kesehatannya. Selain itu beberapa hal ini mungkin dapat membantu kucingmu tetap sehat dan tak menimbulkan bahaya penyakit bagi para wanita yang memeliharanya :

  • Memvaksin kucing

  • Menjaga kebersihan kandang kucing

  • Menjaga kebersihan lingkungan di mana kucing tinggal

  • Memberikan makanan bernutrisi dan menyehatkan ( review makanan kucing dapat kamu lihat di sini )

  • Memberikan minuman air matang

  • Rutin memandikan kucing minimal sebulan sekali

  • Menyisir bulu kucing untuk menghilangkan bulu rontok

  • Bermain bersama kucing

  • Memperhatikan prilaku kucing saat ia berkeliaran atau bermain di luar rumah sendiri

  • Memotong kuku kucing

  • Membawa kucing ke dokter bila kucing sakit

 

Apakah Merawat Kucing Dengan Baik Dapat Membuat Kita Terhindar Dari Bahaya Penyakit Akibat Kucing ?

Anggora tak bisa menjamin seratus persen bahwa kita akan sepenuhnya terhindar dari penyakit-penyakit yang di akibatkan oleh virus, bakteri  ataupun jamur pada kucing. Namun berdasarkan pengalaman saya sendiri, dengan merawat kucing dengan baik maka kita pun akan terhindar dari penyakit berbahaya.

Ini sama halnya seperti saat kita merawat diri sendiri dengan baik maka diri kita akan tumbuh bahagia dan juga sehat begitu pula dengan kucing. Anggora sendiri sudah merawat kucing selama 10 tahunan dan sampai saat ini tak mengidap penyakit yang membahayakan kucing.

Yang menyerang paling hanyalah penyakit kulit akibat merawat kucing yang terkena jamur karena tak sengaja berkontak fisik dengan kucing dan penyakit ringan sejenisnya.

Bila kamu penasaran dengan berbagai penyakit kucing dan cara mengatasinya, kamu bisa membacanya dengan mengklik di sini.

 

Apakah Wanita Tak Bisa Memelihara Kucing Lagi Bila Ia Sedang Hamil ?

Bagi wanita yang sedang hamil, kamu tak perlu khawatir bahwa kamu tak bisa memelihara kucing karena takut terkena toksoplasma. Kamu masih bisa kok memeliharanya. Yang perlu kamu lakukan cukup membawa kucing ke dokter hewan terdekat dan lakukan pemeriksaan tokso pada kucing.

Biasanya pemeriksaan ini hanya membutuhkan biaya sekitar 200-300 ribuan tiap satu ekor kucingnya. Setelah kucing di periksa dan ternyata kucing bebas tokso. Kamu bisa dengan bebas berinteraksi seperti biasanya pada si kucing.

Namun bila ternyata si kucing terkena tokso, kamu sebisa mungkin harus menghindari kontak fisik dengan kucing, bulu kucing dan juga kotoran kucing yang merupakan sumber penularan parasit T. Gondi.

Kamu masih bisa merawat kucing di rumah, hanya saja kamu harus menghindari interaksi kontak fisik seperti memandikan kucing, mengelus kucing, tidur bersama kucing dan membersihkan urin ataupun kotoran kucing dalam litter box atau sembarang tempat.

Untuk hal yang berkaitan dengan hal merawat kucing, kamu bisa meminta suami ataupun kerabat untuk merawat kucing. Atau kamu bisa menitipkan kucing ke keluarga kamu ataupun sesama cat lovers sampai kamu selesai melahirkan.


Itulah penjelasan mengenai beberapa bahaya memelihara kucing bagi wanita dan manusia. Dengan adanya artikel ini semoga dapat membuat kamu memahami bahaya memelihara kucing dan membuat kamu tak takut lagi memelihara kucing, menambah wawasan kamu dan bisa bermanfaat buat kamu.

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke kerabat, teman, pecinta kucing lainnya dan bagikan juga ke akun sosial media kamu.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url