close

2 Sebab Kenapa Anak Kucing Mati Satu Persatu

Sebab Kenapa Anak Kucing Mati Satu Persatu | Banyak dari kamu pecinta kucing yang mungkin keheranan kenapa anak kucing yang baru saja di lahirkan banyak yang mati. Hanya berjarak hari, beberapa hari, minggu dan bahkan bulan saja anak kucing peliharaan kita mati satu persatu. Ini tentunya akan membuat hati kita sebagai pemilik sedih.

 

Anak Kucing Mati Satu Persatu
Ilustrasi Anak Kucing Mati Satu Persatu

 

Dari 4 anak kucing kita yang terlahir terkadang hanya satu ekor saja yang tersisa. Kematian pada kucing yang beruntun di sebabkan karena rentannya anak kucing yang baru lahir maupun yang berumur 0 sampai 3 bulan terhadap serangan penyakit. Bila tak kita rawat dengan baik maka kucing dalam kisaran usia tersebut tubuhnya akan sangat lemah dan besar kemungkinan akan mati.

Itulah kenapa anak kucing yang baru saja di lahirkan ataupun yang berumur 0-3 bulan wajib kita awasi dan kita berikan perawatan yang terbaik. Selain itu kita juga mesti tahu penyebab apa saja yang mungkin membuat anak kucing mati. Pengetahuan akan penyebab kematian anak kucing sangatlah perlukan untuk mencegah anak kucing sakit lalu mati.

 

2 Sebab Kenapa Anak Kucing Mati Satu Persatu

Kematian kitten bisa di sebabkan banyak hal seperti penyakit, infeksi, serangan parasit, dan lainnya. Namun di sini Anggora akan membagi penyebab mengapa anak kucing mati tersebut dalam 2 bagian yakni :

1. Infeksi

Infeksi yang umum terjadi pada anak kucing ialah infeksi akibat serangan virus. Kucing dewasa saja yang terinfeksi virus memiliki persentase risiko kematiannya lumayan tinggi. Apalagi kalau yang terinfeksi adalah anak kucing maka persentase risiko kematiannya bisa menjadi lebih besar dari pada kucing dewasa.

Ini karena anak kucing masih memiliki imun yang belum kuat serta tubuh yang amat lemah. Terutama bagi kucing yang baru saja lahir atau baru beberapa hari terlahir tentu saja immune mereka masih sangat amat rendah. Bila infeksi virus menyerang anak kucing yang berusia muda maka kemungkinan keselamatan sangatlah kecil.

Virus yang sering menyerang anak kucing dan kucing dewasa adalah virus panleukopenia. Anak kucing yang terserang virus panleukopenia dalam 24 jam biasanya akan menghadapi kematian.

Untuk mengetahui mengenai ciri kucing yang terinfeksi virus panleukopenia, kamu bisa membacanya dengan mengklik di sini. Untuk mengobati kucing yang terkena virus panleukopenia bisa kamu coba menggunakan cara ini, baca dengan mengklik di sini 

Selain karena serangan virus, kematian pada kucing bisa di sebabkan oleh parasit. Salah satu contoh parasit yang sering menyerang anak kucing adalah cacing. Anak kucing yang mengidap cacingan biasanya memiliki ciri ciri sebagai berikut :

  • Anak kucing perutnya buncit

  • Perut kucing buncit bila di tekan keras tak lembut

  • Anak kucing sangat sering mencret-mencret

  • Anak kucing sangat rakus

  • Tak pernah kenyang walaupun sering di susui atau di beri makan

  • Tubuh kecil dan kurus tapi perutnya sangat buncit

  • Sangat sering tidur

  • Mata kucing banyak kotorannya ( belekan )

  • Sebagian mata kucing di tutupi selaput putih

  • Terkadang ada cacing di lubang pantatnya

  • Kadang kala ada cacing di pupnya

  • Anak kucing rewel

 

Penanganan kucing yang terserang cacingan adalah dengan memberikan kucing obat cacing khusus kucing. Pengobatan dapat di lakukan dengan memberikan kucing obat cacing sesuai anjuran ataupun sesuai aturan yang tertera pada kemasan. Untuk mempermudah pemberian obat cacing pada kucing bisa dengan menggunakan spuit, mencampurkannya dengan makanan dan lainnya.

Cara agar mudah memberikan kucing ataupun anak kucing obat cacing bisa kamu lihat dengan mengklik di sini.

Cacingan hanya salah satu dari banyak parasit yang seringkali menyerang anak kucing. Selain parasit cacing, parasit seperti toxoplasma gondii merupakan bagian dari organisme sumber penyebab penyakit yang berbahaya bagi anak kucing.

Penyebab lain kematian kucing juga bisa di akibatkan oleh adanya serangan infeksi bakteri. Infeksi ini kadang kala menyerang rongga mulut kucing terutama pada bagian gusi. Infeksi juga mampu menyebar ke organ lain melalui darah dan merusak organ vital seperti ginjal. Anak kucing yang terserang akan melemah lalu mati.

 

2. Non-Infeksi

Kematian pada anak kucing juga bisa di sebabkan penyebab seperti non-infeksi. Non-infeksi bisa dari faktor internal pada bayi kucing ataupun dari faktor eksternalnya. Berikut beberapa non infeksi yang dapat terjadi pada kucing dan menjadi penyebab kematian : 

  • Bayi terlahir sebelum waktunya atau premature

  • Berat bayi terlalu rendah

  • Kesulitan saat melahirkan

  • Muntah serta mencret karena salah memberikan produk susu

  • NeonatalIsoerythrolysis ( golongan darah yang tidak cocok )

  • Cacat lahir seperti badan terlalu kecil, kaki pendek, sumbing, hernia, bagian luar tubuh tak lengkap.

  • Suhu terlalu panas ataupun sangat dingin. Suhu yang terlalu berlebihan membuat kitten kesulitan bertahan hidup

  • Ibu kucing tidak mau mengurus ataupun menyusuinya. Biasanya ini terjadi pada kucing yang baru saja melewati fase melahirkan, kucing yang sedang stress, ataupun induk kucing dalam kondisi sakit

  • Banyaknya jumlah anak sehingga puting ataupun susu induk tak mencukupi kebutuhan semua anak-anaknya

  • Di awal masa kelahiran, terutama di minggu pertama, bayi kucing belum dapat mengontrol suhu tubuhnya.

  • Anak kucing tak bisa bersaing dengan anak kucing lainnya untuk mendapatkan susu, akibatnya kucing lemas dan mati.

  • Kurangnya nutrisi pada saat kehamilan yang menyebabkan anak kucing terlahir lemah dan tak sehat.  

  • Lingkungan yang tak sehat dan berbahaya, seperti beracun, polusi tinggi, kotor dan banyak bakteri berbahaya serta di kelilingi predator alami kucing.


Bagaimana Cara Mencegah Agar Anak Kucing Tak Mati Satu Persatu ?

Kebanyakan anak kucing mati karena adanya parasit yang menyerang. Parasit yang seringkali menyerang anak kucing adalah cacing. Cek apakah kucing kamu memiliki ciri-ciri kucing cacingan seperti yang telah saya jelaskan di atas, jika ya segera obati dengan memberikan obat cacing ke kucing. 

Kasus seperti infeksi virus contohnya panleukopenia, ini jarang terjadi. Infeksi virus biasanya hanya terjadi di tempat yang penuh dengan populasi kucing, contohnya peternakan kucing, petshop, dokter hewan, dll. 

Untuk kucing rumahan sendiri berdasarkan pengalaman saya, infeksi virus jarang terjadi. Namun untuk berjaga-jaga tiada salahnya memvaksin anak kucing saat umur mereka cukup, agar tubuh kitten lebih kuat terhadap berbagai serangan virus. Sementara untuk infeksi bakteri bisa di hindari dengan membuat tempat steril bagi anak kucing untuk menyusu, bermain ataupun tidur.

Kematian akibat non infeksi bisa di cegah dengan memberikan kucing lingkungan yang sehat, bersih dan aman. Memberikan anak kucing susu alternatif seperti susu growssy ataupun susu beruang bagi anak kucing yang kalah saing dan tak mau di rawat induknya.

Jangan memberikan susu manusia yang berlaktosa pada kucing, karena ini justru akan membuat kucing mencret dan menyebabkan kucing menderita gangguan saluran pencernaan. Bukannya malah makin bertenaga, anak kucing malah akan semakin lemas dan beresiko mati.

Untuk takaran susu growssy untuk anak kucing bisa kamu lihat dengan mengklik di sini.


Itulah 2 penyebab kenapa anak kucing bisa meninggal satu persatu. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Dan jangan lupa untuk membagikannya ke kerabat, pecinta kucing lainnya dan share ke akun media sosial kamu.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url