Apa Saja Pengaruh Bulu Kucing Terhadap Kesehatan ? Ini Pengaruhnya !

Beberapa dari orang yang ingin mulai memelihara kucing, mungkin memiliki beberapa pertanyaan tertentu yang terkait dengan pemeliharaan kucing. Pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh mereka adalah apakah memelihara kucing aman untuk kesehatan ?

 

Pengaruh Bulu Kucing Terhadap Kesehatan


Terutama dengan bulu kucing, apakah bulu kucing tidak akan berpengaruh pada kesehatan orang yang memeliharanya dan menimbulkan penyakit tertentu yang mungkin bisa membahayakan para pemiliknya.

Untuk menjawab pertanyaan ini maka pada tulisan kali ini Anggora akan membahas mengenai bulu kucing dan pengaruhnya pada kesehatan serta bagaimana cara agar kita pemilik tetap sehat saat memelihara kucing.

 

Apa saja Pengaruh Bulu Kucing Terhadap Kesehatan ?

Jika ditanya apakah ada pengaruh yang bisa bulu kucing akibatkan terhadap kesehatan kita para pemiliknya maka Anggora akan menjawab tentu saja ada. Ada beberapa gangguan kesehatan yang bisa disebabkan oleh bulu- bulu kucing.

Gangguan kesehatan akibat bulu kucing ini dapat terjadi jika kita tak merawat kucing dengan baik. Adapun beberapa risiko gangguan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

1. Alergi Akibat Bulu Kucing

Gangguan kesehatan yang pertama adalah alergi akibat bulu kucing. Alergi ini sebenarnya bukan dikarenakan bulu kucing itu sendiri namun ini disebabkan oleh air liur maupun urine ( kencing kucing ) yang menempel pada bulu-bulu kucing.

Pada saat kucing menjilat bulu-bulunya, air liur kucing secara tak sengaja akan bertemu dengan kencing kucing dan menimbulkan reaksi alergi. Mereka yang menjadi alergi karena hal ini umumnya akan menderita beberapa gangguan kesehatan tertentu.

Contohnya seperti flu, mata gatal, bersin-bersin, pilek, radang sinus dan mereka yang alergi juga beresiko menderita penyakit asma.

 

2. Penyakit Cakar Kucing ( Cat Scratch Disease )

Gangguan kesehatan selanjutnya akibat pengaruh bulu kucing adalah penyakit cakar kucing atau dalam istilah medis dikenal dengan ( cat scratch disease).  Penyakit yang satu ini umumnya tak akan menyebabkan gejala tertentu pada penderita penyakit.

Tetapi bakteri penyebabnya dapat berpindah dari kucing ke manusia melalui gigitan ataupun cakar kucing. Bukan cuma itu saja ketika kita mengelus kucing dan menyentuh bagian tubuh kita. Contohnya kita mengelus tubuh kucing kemudian memegang mata kita.

Ini akan membuat bakteri dapat berpindah dari tangan kita yang telah terinfeksi menuju mata. Ketika seseorang telah terinfeksi umumnya akan muncul benjolan-benjolan pada 10 hari setelah terinfeksi. Bukan cuma itu saja ini juga disertai beberapa tanda lainnya.

Seperti muntah-muntah, demam, mual, menggigil seperti orang kedinginan, peradangan dan juga rasa nyeri pada bagian kelenjar getah bening. Bagi mereka yang punya daya tahan tubuh yang kuat penyakit cakar kucing ini mungkin tak akan membahayakan tubuh.

Dan juga hal ini bukanlah hal yang serius bagi mereka tapi sebaliknya bagi mereka yang memiliki daya tahan lemah seperti ibu hamil, bayi yang baru lahir, orang yang sedang sakit dan sejenisnya, Penyakit ini justru membahayakan bagi diri mereka.

Itulah mengapa jika kamu merasa bahwa ada yang aneh dengan tubuh kamu setelah kontak fisik dengan kucing dan kamu yakin bahwa ini mungkin diakibatkan oleh cakar kucing atau cat scratch disease maka sangat disarankan untuk memeriksakan diri kamu ke dokter terdekat.

 

3. Penyakit Kulit

Bersentuhan dengan bulu-bulu kucing juga bisa menyebabkan kita terkena penyakit kulit. Hal ini terjadi ketika kita baru saja menyentuh kucing yang punya penyakit kulit lalu tanpa sengaja menyentuh kulit ketika kita lupa membersihkan tangan dengan sabun.

Serupa dengan penyakit kulit yang umumnya diderita oleh manusia, kita juga akan mengalami rasa gatal pada kulit yang telah terinfeksi. Oleh sebab itu jika kamu di rumah punya kucing yang punya penyakit kulit, wajib bagi kamu untuk mencuci tangan setelah berinteraksi dengannya.

 

4. Toksoplasmosis

Yang terakhir adalah toksoplasmosis. Nama penyakit yang satu ini mungkin agak asing bagi kita namun sebenarnya penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit yang paling banyak dikhawatirkan oleh kebanyakan orang.

Toksoplasmosis adalah sebuah jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri toxoplasma gondii. Bakteri ini umumnya ditemukan pada feses atau kotoran kucing yang telah terinfeksi. Setelah 2 sampai 3 minggu terinfeksi oleh bakteri ini, kucing akan mengeluarkan kotoran berparasit.

Parasit ini mungkin bisa menempel pada bulu kucing dan berpindah ke manusia ketika kita mengelus tubuhnya atau perpindahan juga bisa terjadi secara langsung ketika kita membersihkan kotoran kucing tanpa menggunakan sarung tangan.

Bagi ibu hamil penyakit toksoplasmosis adalah penyakit yang cukup membahayakan sebab ini dapat membuat bayi yang berada dalam kandungan beresiko mengalami keguguran, bayi terlahir dalam keadaan mati dan bayi terlahir dalam keadaan cacat.

 

Bagaimana Cara Mencegah Agar Kita Tak Terkena Penyakit Akibat Bulu Kucing ?

Kita tentunya tidak ingin jika kita terkena gangguan kesehatan tertentu akibat bulu kucing ketika kita sedang memelihara kucing di rumah. Karena itulah untuk mencegah hal ini terjadi kita perlu melakukan beberapa tindakan pencegahan.

Adapun berapa tindakan yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir resiko penyakit bulu kucing tersebut adalah sebagai berikut :

1. Memberikan Kucing Makanan Sehat

Agar tubuh kucing sehat dan bulu-bulunya terawat maka yang paling utama yang mesti kita lakukan adalah memberikan kucing makanan yang sehat dan menyehatkan. Contohnya adalah makan makanan kucing yang mengandung banyak protein dan vitamin.

Makanan ini bisa kamu temukan dengan mudah di petshop atau toko online. Umumnya ada dua jenis makanan kucing instan yang dijual di pasaran yakni makanan kucing kering ( Dry Food) ataupun makanan basah kucing ( wet food ).

 

2. Memandikan Kucing

Untuk menjaga kesehatan kulit serta bulu-bulu kucing dan mencegah terjadinya penyakit akibat bulu-bulu kucing maka penting bagi kita para pemilik kucing untuk rutin memandikan kucing peliharaan kesayangan kita.

Mandikan kucing minimal dua sampai tiga kali dalam sebulan. Saat memandikan kucing pastikan kamu menggunakan produk shampo khusus kucing yang mana produk yang digunakan ini baik untuk kesehatan kulit dan bulu-bulu.

 

3. Sediakan Litter Box

Seperti yang kita tahu bahwa kotoran adalah salah satu sumber penyakit. Karena alasan inilah wajib bagi kita untuk menyediakan tempat khusus untuk kucing buang air besar dan kecil seperti litter box. Selain menyediakan litter box, wajib juga bagi kita untuk membersihkan kotoran kucing pada liter box setiap harinya dan mengganti pasir litter box dengan pasir yang baru.

 

4. Lakukan Vaksinasi

Selain ketiga cara di atas kamu juga dapat melakukan vaksinasi. Lakukan vaksinasi ini agar daya tahan tubuh kucing kuat terhadap penyakit-penyakit tertentu seperti itu panleukopenia atau distemper kucing, virus calici dan rinotrakeitis.

 

5. Sering Melakukan Pemeriksaan Rutin Ke Dokter Hewan

Yang terakhir Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin kesehatan ke dokter hewan. Lakukan pemeriksaan rutin ini minimal sekali dalam sebulan. Dengan melakukan ini kita bisa mengetahui kondisi terkini kucing kita dan bisa melakukan pengobatan sejarah dini ketika kucing terdeteksi menderita penyakit tertentu.

 

Mungkin itu saja pembahasan mengenai apa saja pengaruh bulu kucing terhadap kesehatan dan bagaimana cara mencegah penyakit yang diakibatkan oleh bulu kucing. Semoga artikel ini bermanfaat buat kamu yang telah membacanya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url