Apakah Gigitan Kucing Bisa Menyebabkan Rabies ? Ini Penjelasannya !

Rabies umumnya seringkali menginfeksi hewan seperti anjing. Tetapi banyak rumor yang mengatakan bahwa kucing pun dapat terinfeksi rabies. Tentunya rumor ini membuat para pemilik kucing merasa khawatir.

 

Apakah Gigitan Kucing Bisa Menyebabkan Rabies
Foto Ilustrasi Kucing Rabies Yang Hendak Menggigit

 

Ini karena pemilik kucing akan tak  tega melihat kucingnya menderita akibat rabies sekaligus merasakan sedih melihat kondisi kucingnya saat itu terjadi. Pemilik kucing juga akan takut kalau kucing kesayangannya menggigitnya lalu menularkan infeksi ke pemiliknya.

Akan sangat ironi bagi kita ketika kita di gigit kucing kesayangan yang selama ini sangat menyayangi kita dan kita rawat dengan baik akibat rabies. Selain karena alasan tersebut, alasan lainnya kita ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaan ini adalah sebagai antisipasi atas hal yang tak di inginkan.

Lalu apakah kucing benar-benar bisa terjangkit rabies dan apakah kucing bisa menyebabkan rabies pada orang yang di gigitnya. Untuk mengetahuinya jawabannya, Good Readers dapat menyimak tulisan Anggora di bawah ini sampai akhir.

 

Bisakah Kucing Terkena Rabies ?

Umumnya hewan yang sering kali terinfeksi rabies adalah anjing tetapi tak jarang virus mematikan yang satu ini menjangkiti kucing. Ketika kucing terkena rabies biasanya kucing akan melewati  3 tahapan tertentu. Tahapan tersebut antara lain :

1. Tampak Perubahan Sifat Pada Kucing

Ini di tandai dengan perubahan besar pada sifat kucing. Kucing yang tadinya tenang, ramah dan suka bermanja di dekat kita, kini menjadi tak suka di ganggu, pemarah juga tak suka di manjakan. Ketika ini terjadi kamu mesti waspada dan segera memeriksakan kucing kamu ke dokter hewan.


2. Kucing Menjadi Pemarah Dan Suka Menyerang

Tahap selanjutnya dari kucing yang terinfeksi rabies adalah kucing akan menjadi mudah marah dan agresif ( suka menyerang ) terhadap orang yang berada di sekitarnya termasuk agresif terhadap tuan atau pemiliknya sendiri.


3. Kucing Lumpuh

Tahapan terakhir dari kucing yang mengalami rabies adalah kelumpuhan. Pada tahap ini kucing bisa tiba-tiba pingsan dan bahkan kemungkinan besarnya adalah kucing mengalami kematian.

Selain lumpuh, kucing juga bisa jalan sempoyongan. Baca penyebabnya dengan mengklik di sini.


Ciri - Ciri Kucing Yang Terkena Rabies

Setelah tahu bahwa ada 3 tahapan yang terjadi pada kucing maka kamu juga perlu tahu ciri-ciri kucing yang terkena rabies. Dengan mengetahui ciri atau pertanda kucing rabies maka kamu dapat sesegera mungkin melakukan tindakan ketika kucing terjangkit rabies.

Ciri-ciri kucing yang terkena rabies umumnya adalah sebagai berikut :

1. Kucing Menjadi Hidrophobia

Ketika kamu mendengar kata kucing, satu hal yang terpikirkan oleh kamu tentang hewan yang satu ini adalah hewan yang takut akan air. Kucing memang merupakan hewan yang hidrophobia tetapi ketakutannya ini masihlah dalam porsi yang wajar.

Tetapi dengan adanya rabies, kucing akan menjadi semakin takut dan tak menyukai air termasuk objek-objek yang menyerupai air ( cairan ). Ketakutan ini di picu oleh rasa sakit yang di rasakan oleh kucing di saat menelan makanan dan juga minuman seperti air.

 

2. Kucing Mengalami Pica

Pica adalah kondisi di mana seekor hewan ataupun manusia memiliki gangguan ataupun penyimpangan makan. Kondisi ini membuat si penderita akan memakan benda asing ataupun benda lainnya yang bukan merupakan makanan.

Contohnya si penderita akan memakan rambut, benang, plastik, tanah dan sejenisnya. Pada kucing yang mengalami rabies, pica merupakan salah satu pertanda yang menunjukkan kucing terjangkit virus ini.

Lalu bagaimana jika kucing sering menjilati minyak goreng atau memakan kotorannya anaknya sendiri ? Untuk kucing yang sering menjilati minyak goreng maka hal ini bukanlah termasuk pica dan ini murni karena ketertarikan kucing itu sendiri.

Nah untuk kucing memakan kotoran anaknya sendiri juga adalah hal wajar dan tak tergolong Pica. Kucing hanya mengalami gangguan Pica jika ia memakan kotorannya sendiri ataupun kotoran hewan lainnya.

 

3. Kucing Demam

Ketika kucing mengalami rabies, kucing akan mengalami demam selama satu atau dua hari. Demam pada kucing tak selama demam pada anjing yang mengalami rabies. Kenaikan panas suhu tubuh kucing juga tak setinggi kenaikan pada suhu tubuh anjing yang terjangkit rabies.

Demam biasanya terjadi pada tahap awal kucing terinfeksi rabies kemudian di ikuti dengan perubahan sifat pada kucing ketika kucing sembuh dari demamnya.


4. Kucing Susah Makan Atau Minum

Ciri selanjutnya dari kucing yang terkena rabies adalah kucing susah makan atau minum. Karena kucing yang merasakan rasa sakit akibat menelan makanan ataupun minum. Nafsu makan kucing akan semakin menurun terutama pada saat infeksi telah masuk tahap kedua.

 

5. Kucing Sering Kejang

Tak hanya terjadi pada kucing keracunan, kejang juga sering terjadi pada kucing yang menderita rabies. Ketika kucing rabies mengalami hal ini, itu berarti kucing sudah masuk tahap kedua yakni tahap di mana kucing menjadi pemarah dan agresif.

Kucing sering mengalami kejang akibat virus menyerang sistem otot serta saraf . Saraf yang biasa di serang oleh virus ini biasanya adalah saraf motorik, sensorik, dan perifer.

 

6. Kucing Seringkali Mengeluarkan Liur

Selain sering mengalami kejang, kucing yang terinfeksi rabies juga akan seringkali mengeluarkan air liur. Kamu mesti waspada terhadap liur kucing sebab liur kucing bisa menjadi media penyebaran rabies dari kucing ke hewan lain maupun ke manusia.


7. Kucing Menjadi Pemarah

Perubahan sikap kucing akan terjadi pada tahap kedua. Pada tahap ini kucing yang tadinya tenang dan ramah akan menjadi terlihat depresi, pemarah dan tak senang bila manusia berada di dekatnya. Sikap pemarah ini biasanya juga di sertai sikap agresif kucing terhadap manusia.

 

8. Kucing Lumpuh Lalu Mati

Lumpuh merupakan tahap akhir. Kucing yang terkena rabies biasanya akan mengalami kelumpuhan setelah 7 hari terinfeksi virus ini. Lalu setelahnya kucing akan mengalami koma kemudian kucing akan mengalami kematian.

 

Apakah Gigitan Kucing Bisa Menyebabkan Rabies ?

Sama seperti gigitan anjing. Gigitan kucing juga dapat menyebabkan rabies pada manusia. Tak hanya gigitannya saja, air liur kucing pun dapat menjadi media penyebaran rabies terhadap hewan lainnya maupun terhadap manusia.

Walaupun gigitan kucing dapat menyebabkan rabies pada manusia. Ini terbatas hanya pada kucing yang terinfeksi oleh virus rabies ini. Ini serupa dengan kasus toksoplasma yang hanya menular ke manusia jika kucing itu sendiridalam keadaan terinfeksi.

Untuk kucing sehat dan bebas rabies, takkan menularkan rabies pada manusia bahkan jika kita di gigit oleh kucing bulu kesayangan kita. Ketika kamu merasa bahwa kamu terkena rabies akibat gigitan anjing atau kucing, sebaiknya segera memerika diri dan meminta pertolongan ke dokter terdekat.

Bisakah kucing sakit panas ? Cari tahu jawabannya di sini.


Bagaimana Cara Mencegah Agar Tak Terinfeksi Rabies Setelah Di Gigit Kucing ?

Setelah kamu digigit oleh kucing dan kamu yakin bahwa kucing tersebut terkena rabies maka langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah jangan panik dan tenanglah. Kemudian lakukanlah beberapa langkah berikut ini agar kamu tak terinfeksi virus ini :

  • Bersihkanlah luka terlebih dahulu dengan air mengalir dan sabun

  • Berikan alkohol 70 persen ke daerah yang terkena gigitan sekaligus membersihkan darah

  • Lalu hentikan pendarahan dengan menekan luka memakai kain atau handuk bersih

  • Kemudian balut luka dengan kain bersih atau perban steril

  • Setelah itu pergilah ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk meminta bantuan medis dan jelaskanlah bahwa kamu baru saja terkena gigita kucing

  • Dokter kemudian akan memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi kamu

 

Bagaimana Cara Mencegah Kucing Kesayangan Terinfeksi Rabies ?

Langkah terbaik agar tak terkena rabies adalah mencegah agar kita tak tergigit oleh hewan yang terkena rabies. Itulah mengapa kita mesti menjaga kucing kita tetap sehat dan bebas rabies. Caranya cukup mudah kamu bisa mengikuti beberapa langkah yang ada di bawah ini :

  • Jangan asal memelihara kucing, pastikanlah dulu kucing yang nantinya akan kamu pelihara adalah kucing yang bebas dari rabies

  • Setelah kamu yakin kucing kamu bebas rabies maka lakukanlah pemvaksinan. Biasanya pemvaksinan pertama kali di lakukan ketika kucing berusia 4 bulan. Kemudian vaksin wajib mesti di lakukan sekali setiap tahun.

  • Pastikan kucing kamu selalu di area pekarangan rumah

  • Jangan biarkan kucing kamu berinteraksi dengan hewan liar lain seperti anjing liar ataupun kucing liar. Sebab interaksi dengan hewan liar yang terinfeksi merupakan salah satu sebab utama mengapa kucing terkena rabies.

Lihat 3 penyebab tumor kulit pada kucing dengan mengklik di sini.


Mungkin itu saja pembahasan mengenai apakah kucing dapat menyebabkan rabies dan bagaimana cara mencegah infeksi sebelum dilakukan tindakan medis. Dengan adanya artikel ini semoga dapat membantu kamu memahami rabies kucing dan tindakan yang tepat ketika hal ini terjadi.

Serta menambah wawasan kamu dan bisa bermanfaat buat kamu. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke kerabat, teman, pecinta kucing lainnya dan bagikan juga ke akun sosial media kamu.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url