close

Cara Mengobati Virus Calici Pada Kucing Secara Alami

Cara Mengobati Virus Calici Pada Kucing Secara Alami | Feline calicivirus (FCV) merupakan virus yang umum ada dalam populasi kucing. Virus ini biasanya menyerang hidung luar, gusi dan menyebabkan penyakit seperti sariawan.


Cara Mengobati Virus Calici Pada Kucing Secara Alami
Sumber Gambar :  vcahospitals.com


saat kucing terkena inveksi virus calici ( FCV ) biasanya kucing akan memiliki gejala-gejala awal seperti hidung berair, radang gusi dan sariawan. Virus ini adalah jenis virus yang mampu bertahan di ruangan luar dan sangat sulit untuk di hilangkan.


Cara Mengobati Virus Calici Pada Kucing Secara Alami

Sebelum membahas mengenai cara mengobati virus calici secara alami maka tidak ada salahnya kita membahas sedikit seputar virus calici pada kucing untuk sekedar menambah wawasan kita. Simak penjelasan mengenai virus ini di sini.


Kemiripan Virus Calici Dengan Virus Herves

Virus Herves (FHV) memengaruhi mata dengan wujud konjungtivitis serta ulkus kornea dan menyebabkan keluaran hidung. Kedua virus ini benar-benar berbeda namun sering di samakan karena dua-duanya sering muncul dalam "feline coryza", yang merupakan sindrom dengan gejala-gejala infeksi mata, keluaran hidung, peradangan mulut serta ulkus.


Apakah Ada Efek Samping Bagi Kucing Penderita Virus Calici ?

Virus ini akan menyebabkan gangguan yang sangat dominan bagi kucing terutama anak kucing dengan menghilangkan nafsu makan kucing. Hilangnya nafsu makan kucing ialah karena virus calici seringkali menyerang bagian hidung dan mulut. Akibatnya kucing akan kehilangan kemampuan mencium makanan dan rasa sakit di mulut saat mengunyah atau menelan makanan yang menyebabkan kucing tidak nafsu makan.


Penyebab Kucing Bisa Terinfeksi Virus Calici ?

Kucing mungkin bisa saja terinfeksi ketika dia berada di Petshop ataupun penampungan. Menurut riset bahwa virus calici memiliki tingkat penularan yang tinggi di tempat dengan populasi kucing yang banyak. Contoh tempat dengan populasi kucing yang banyak yakni toko hewan, tempat penitipan dan catteries, di mana 20% hingga 40% persen kucing bisa terkena infeksi virus ini.

Virus ini menyebar melalui kontak langsung air liur, lendir hidung, tahi mata kucing dan lewat tetesan aerosol yang menyebar saat kucing bersin. Penelitian juga menjabarkan bahwa virus juga terdapat dalam urin, pup dan darah. Biasanya Kucing akan menyebarkan virus setelah terjangkit virus calici selama 2 minggu. Namun ada juga kucing yang mampu menyebarkan virus lebih dari sebulan atau bahkan berbulan-bulan.

Virus calici adalah jenis virus yang kuat bertahan di permukaan hingga satu bulan di lingkungan tertentu. Karena itu saat kita merawat kucing yang terinfeksi virus calici penting bagi kita untuk mencuci tangan untuk menghentikan penyebaran ke kucing lain dan demi menjaga kesehatan kita sendiri.

 

Tahapan Tertentu Dalam Infeksi Virus Calici

Pada 14 hari pertama virus menginfeksi lapisan belakang mulut. Kemudian di dalam mulut kucing, virus akan melakukan proses replikasi. Dan kemudian menyebar dalam aliran darah serta organ lainnya. Kebanyakan kucing yang terjangkit virus ini akan mengalami terinfeksi pada saluran pernapasan dan kemungkinan yang terparah yakni virus bisa menyebar ke dalam paru-paru dan  menyebabkan pneumonia.

 

Gejala Awal Infeksi Virus Calici

Umumnya kucing akan mengalami gejala seperti flu, bersin-bersin, hidung tersumbat, demam serta mengeluarkan air liur sesekali. Mata mengeluarkan banyak kotoran seperti kucing yang terkena cacingan dan hidung juga mengalami hal yang serupa. Jika infeksi calici virus semakin parah bisa terjadi iritasi dan bisul di permukaan lidah. Kucing juga akan kehilangan nafsu makannya dan cenderung tidur terus menerus.

Pada kasus infeksi yang parah kucing akan mengalami demam tinggi, bengkakan di kepala dan kaki, bulu rontok pada bagian yang biasa terjangkit virus, mulut dan telinga menjadi kekuningan karena kerusakan hati, dan pendarahan di dalam pori-pori, kulit serta di saluran pencernaan.

 

Bagaimana Dokter Hewan Memeriksa Virus Calici ?

Dokter hewan akan memeriksa kucing untuk mengetahui tanda dan gejalanya. Dalam kebanyakan kasus, dokter tak perlu membuat diagnosis khusus karena infeksi tersebut bisa diatasi dengan pengobatan suportif. Namun bila kucing meradang ditempatkan bersama kucing lainnya, dokter hewan akan mengambil swab dari mata, hidung dan mulut. Dan sampel akan dikirim ke laboratorium untuk menguji jenis dan adanya virus. 


Apakah Ada Cara Mengobati Virus Calici Pada Kucing Secara Alami ?

Kamu bisa mencoba memberi kucing air kelapa untuk mencoba mengobati virus ini. Karena beberapa blogger pecinta kucing pernah bercerita bahwa setelah sebulan mengkonsumsi air kelapa lantas kondisi kucing mereka mulai membaik dan sembuh total. 

Berikan 5-6 sendok makan air kelapa 2 kali sehari. Kamu bisa menggunakan spuit atau dot bayi untuk mempermudah kucing meminum air kelapa. Selama fase pengobatan berikan kucing makanan yang bisa langsung di telan dengan mudah tanpa harus menyakiti mulutnya seperti jenis makanan basah atau wet food dan haruslah berbau sangat harum. Jangan lupa juga untuk rajin membersihkan mulut dan hidung kucing dari lendir ataupun cairan serta membersihkan bagian terluka lainnya.

Mungkin dengan cara ini kucing akan segera pulih namun jika kondisi kucing semakin parah dan tidak membaik maka sebaiknya segera bawa ke dokter hewan terdekat untuk segera mendapatkan pengobatan. Jika kamu ragu dengan pengobatan menggunakan air kelapa maka kamu bisa coba membeli obat calici di petshop terdekat atau membelinya secara online.

Demikian artikel cara mengobati virus calici pada kucing secara alami. Semoga kucing kamu lekas sembuh.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url