close

Disgrafia - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Disgrafia - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya | Disgrafia adalah gangguan yang di tandai dengan sulit menulis dan mengeja. Gangguan ini akan membuat si penderita sulit mengerti atau mencerna pelajaran. Sebenarnya gangguan disgrafia bukanlah gangguan mental tetapi fungsi otak mengalami masalah pada bagian yang bertugas dalam keterampilan motorik halus & menulis.

 

Disgrafia  - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Karena masalah pada otak tadi menyebabkan penderita disgrafia kesulitan menyelaraskan antara pikiran dan gerakan otot tangannya saat akan menulis. Disgrafia tak hanya bisa dialami oleh anak-anak tapi orang dewasa pun bisa mengalaminya.


Gejala Disgrafia

Untuk mengenali gejala disgrafia sebenarnya sangat mudah, biasanya penderita akan kesulitan dalam menulis akibatnya mereka memiliki tulisan tangan yang tak beraturan & sulit di baca. Namun bukan berarti semua orang yang tulisan tangannya jelek dan tidak rapi adalah penderita disgrafia.

Selain memiliki tulisan tangan yang tak beraturan & sulit di baca, penderita disgrafia juga menunjukkan gejala-gejala berikut :

  • Tulisan bercampur antara huruf sambung & cetak.

  • Seing memakai tanda baca yang salah.

  • Kesulitan mengatur jarak antar kata ketika menulis kalimat.

  • Tulisan sering di hapus berulang-ulang.

  • Sangat lambat dalam menulis.

  • Sulit mengubah suara menjadi tulisan.

  • Tulisan sering salah atau kekurangan kata.

  • Menggenggam alat tulis dengan sangat kencang.

  • Ketika memiliki ide atau gagasan, sulit mengubahnya ke dalam bentuk tulisan.

  • Suka berbicara ketika menulis


Sama seperti penderita disleksia, anak-anak dengan disgrafia umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang normal. Hal ini di sertai bukti dari sebuah riset yang membuktikan bahwa anak yang terkena disgrafia memiliki IQ yang sama dengan mereka yang memiliki kemampuan menulis normal.

 

Penyebab Disgrafia

Penyebab gangguan ini belum di ketahui pasti namun gangguan ini di akibatkan masalah pada otak. Anak yang lahir dalam kondisi premature memiliki resiko tinggi mengalami disgrafia.

Disgrafia juga bisa muncul bersamaan dengan gangguan-gangguan belajar lainnya yakni disleksia & ADHD. Jika gangguan ini tidak segera atau serius di tangani di khawatirkan kondisi ini akan berlangsung hingga anak tersebut beranjak remaja & dewasa.

Untuk orang dewasa, disgrafia umumnya terjadi akibat penyakit pada otak, cedera otak, stroke dan demensia.

Terkadang banyak di antara kita yang sering kali mengartikan disgrafia sebagai disleksia. Sebenarnya dua kondisi ini sangatlah berbeda. Penderita disleksia biasanya kesulitan membaca namun bisa menulis. Berbeda dengan penderita disgrafia yang lancar membaca namun kesulitan menulis.

Oleh karennya jika menemukan gangguan ini pada anak ada baiknya kita segera membawanya ke dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


Perawatan untuk Mengatasi Disgrafia

Untuk menangani gangguan disgrafia dokter biasanya melakukan terapi okupasi serta latihan keterampilan motorik. Dan jika disgrafia di sertai gangguan kesehatan lain seperti ADHD maka dokter biasanya menyertakan obat-obatan untuk mengobati gangguan tersebut.

Tak hanya terapi serta pengobatan dengan obat-obatan oleh dokter, orang tua juga dapat memberikan terapi rumahan agar kemampuan anak terus meningkat, beberapa perawatan yang bisa di lakukan di rumah antara lain :

  • Latihan meremas bola atau tanah liat untuk melatih koordinasi tangan dan memperkuat tangan.
  • Mengajarkan cara memegang pensil dengan tepat.
  • Bantu ia untuk menggenggam pensil dan ajarkan cara bagaimana menggunakan pensil yang nyaman.
  • Jangan mengkritik tulisannya.
  • Beri pujian ketika Si Kecil berhasil menulis dengan tepat.
  • Ajak Si Kecil bermain dengan tanah liat untuk memperkuat otot tangannya.


Selain terapi di rumah, kedua orang tua harus bekerja sama dengan guru sekolah dalam memantau anak agar tidak di buly di sekolah karena kekurangannya & bisa bersekolah dengan nyaman. Serta membantu anak untuk mengembangkan kemampuannya dalam menulis.

Bunda dan Ayah juga perlu bekerja sama dengan guru di sekolah Si Kecil untuk memantau perkembangan menulisnya dan memastikan ia tetap bisa belajar dengan baik.

Disgrafia mungkin terlihat seperti gangguan yang sepele namun apabila di biarkan berkelanjutan tanpa adanya penanganan maka di khawatirkan gangguan ini akan terus ada hingga si anak dewasa. Maka sangat di perlukan pendeteksian dan penanganan sejak dini.

Demikian artikel Disgrafia - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya. Semoga bermanfaat.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url