Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi ! Bisa Dilakukan Dengan Cara Ini Loh.

Sebagai seorang ibu tentu kita pasti khawatir terhadap kesehatan bayi kita. Kekhawatiran tersebut dikarenakan bayi yang baru saja dilahirkan belum memiliki imunitas yang kuat terhadap penyakit. Kekhawatiran itu adalah hal yang wajar namun jangan sampai kekhawatiran tersebut menjadi berlebihan. Tahukah ibu bahwa tubuh seorang ibu memiliki anugrah dari sang mahakuasa untuk melanjutkan kekebalan serta antibodi kepada bayinya.

Karena itu seorang ibu harus menjaga kualitas ASI dan rutin Imunisasi pada beberapa bulan setelah bayi dilahirkan. Sebab pada jangka waktu tersebut bayi lebih rentan terkena penyakit.

 

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi Bisa Dilakukan Dengan Cara Ini


Pengertian Imunitas / Daya Tahan Tubuh

Sistem imunitas atau daya tahan tubuh secara sederhana dapat diartikan sebagai sistem bagian pertahanan dalam tubuh. Ketika tubuh diserang maka sistem pertahanan inilah yang bertugas mengidentifikasi penyerang. Dan pada akhirnya menghancurkan penyerang yang berupa sel atau benda asing karena dianggap berbahaya bagi tubuh. Sistem Imunitas atau daya tahan tubuh tidak mempunyai tempat tertentu dan tidak dikendalikan oleh Otak. Sistem imunitas daya tahan tubuh sendiri adalah berupa sel- sel khusus yang tugasnya sebagai pasukan pertahanan dalam tubuh.

 

Kapan Daya Tahan Tubuh Bayi Baru Lahir Mulai Berkembang?

Daya tahan tubuh bayi mulai berkembang semenjak ia berupa janin. Ia memperoleh antibodi secara pasif dari sang ibu melalui plasenta. Antibodi pasif inilah yang melindungi ia selama dalam kandungan dari serangan berbagai macam penyakit.

Setelah mendekati kelahiran kekebalan tubuh ibu ditransfer melalui pembuluh darah dan plasenta. Saat lahir bayi harus mendapat ASI langsung dari sang ibu karena ASI mengandung antibodi yang lengkap yaitu, Immunoglobulin A, immunoglobulin E, dan immunoglobulin M, immunoglobulin D,
immunoglobulin G.
 

Sampai Kapan Bayi Membawa Antibodi Ibu?

Setelah bayi terlahir maka bayi akan mendapat transfer daya tahan tubuh dari sang ibu melalui ASI ekslusif . ASI ibu mengandung antibodi yang lengkap untuk bayi. Namun transfer daya tahan tubuh ini bisa dibilang hanya sementara karena seiring bertambahnya usia bayi, tubuh bayi akan mulai mengembangkan daya tahan tubuh bayi itu sendiri dan ASI akan berhenti diproduksi oleh tubuh ibu.

Saat bayi masih dalam perkembangan ada baiknya melakukan imunitas rutin untuk menjaga kesehatannya demi menghindarkannya dari berbagai macam penyakit.

 

Beberapa Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi


Beberapa Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi


MEMBERI ASI EKSKLUSIF

ASI merupakan makanan utama bagi bayi dan sekaligus sumber gizi. Penting bagi seorang ibu untuk memberikan bayinya ASI ekslusif selama 6 bulan. Mengapa demikian ? Karena air susu yang dihasilkan secara alami oleh ibu ini memiliki nutrisi yang lengkap untuk bayi. Nutrisi tersebut antara lain adalah vitamin, lemak dan protein. Saat memberikan ASI Eklusif tersebut selama 6 bulan, ibu tidak perlu repot-repot lagi memberikan bayinya tambahan asupan lainnya.

Dan seperti yang telah saya sebutkan diatas bahwa dengan memberi bayi ASI eklusif maka dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Hal ini dikarenakan Air susu ibu mengandung antibodi yang sangat lengkap. ASI juga tak jarang disebut darah putih karena fungsinya yang mirip dengan sel darah putih.

Bagi ibu yang tidak bisa memberi ASI eklusif untuk bayinya dikarenakan akibat masalah medis, ibu bisa bisa memberi susu formula. Walaupun susu formula tidak mengandung antibodi, enzim dan hormon namun setidaknya kita sebagai ibu telah memberikan yang terbaik untuk buah hati kita.

 

MEMBERI NUTRISI DAN VITAMIN TAMBAHAN

Setelah bayi berumur lebih dari 6 bulan sangat dianjurkan untuk memberikan Nutrisi atau vitamin tambahan. Nutrisi atau vitamin tersebut bisa didapatkan dari makanan pendamping asi (MPASI ). Apa saja sih contoh makanan MPASI itu ?

 

Memberi Nutrisi Tambahan Dan Vitamin Dengan MPASI


1. Pisang

Pisang mengandung vitamin C, B6, Kalsium dan zat besi. Pisang yang akan diberikan pada bayi haruslah pisang yang matang dan pisang tersebut sudah lebih dahulu dihaluskan dengan blender. Jenis pisang yang biasa diberikan pada bayi yaitu pisang emas, pisang ambon dan pisang susu.

 

2. Pepaya

Pepaya tergolong makanan yang mudah dicerna dan baik untuk percernaan bayi karena pepaya mengandung enzim papain dan kaya akan serat. Tak hanya itu pepaya juga mengandung berbagai macam vitamin seperti Vit A, Vit C, Vit E dan Folat. Sebelum memberikan kepada bayi sebaiknya pepaya dibersihkan bijinya dan dicuci dahlu kemudian dihaluskan dengan blender.

 

3. Alpukat

Buah yang satu ini mengandung lemak sehat yang baik bagi perkembangan otak anak. Buah alpukat ini hanya perlu dihaluskan dengan blender dan dicampur susu formula atau ASI. Dan buah yang digunakan haruslah buah alpukat yang sudah matang

 

4. Bayam

Bayam mengandung zat besi dan folat. Sebelum diberikan pada bayi bayam harus terlebih dahulu dikukus dan dihaluskan dengan blender.

 

5. Ubi Jalar

Ubi jalar mengandung Vit A yang baik untuk penglihatan mata dan juga mengandung Vit C dan zat besi. Sama seperti alpukat, ubi jalar matang hanya perlu dihaluskan terlebih dahulu hingga cukup lembut dan mudah untuk ditelan bayi. 


6. Apel

Apel mengandung Vit A, Vit C, Kalium, Kalsium dan Fosfor serta magnesium yang baik untuk bayi. Apel perlu dikukus terlebih dahulu beberapa menit kemudian dihaluskan dengan blender dan kemudian dapat diberikan pada bayi.


7. Susu Olahan atau Susu Formula

Saat bayi sudah berusia 6 bulan atau lebih ibu bisa memberikan susu olahan pada bayi.  Susu olahan berperan sebagai tambahan nutrisi untuk bayi dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi.Namun saat memberikan susu olahan tersebut pada bayi, ibu harus benar-benar memperhatikan apakah susu tersebut memiliki pemanis tambahan dan apakah bayi alergi terhadap susu tersebut. Bila sikecil mengalami gangguan buang air dan timbul bintik merah ditubuhnya maka ada baiknya membawa si kecil ke dokter untuk berobat dan berkonsultasi.

Setelah mengetahui makanan pendamping ASI ada baiknya ibu mengetahui makanan apa saja yang tidak diperbolehkan diberikan pada bayi sebelum bayi tersebut menginjak usia 1 tahun. Contoh makanan tersebut antara lain yakni madu, kacang-kacangan, makanan mentah dan susu sapi

 

RUTIN IMUNISASI 

 

RUTIN IMUNISASI


Melindungi buah hati dari berbagai penyakit merupakan prioritas utama bagi ibu, salah satu satu caranya yaitu dengan melakukan imunisasi. Cara ini adalah cara yang terbilang efektif dan aman demi melindungi bayi dari berbagai macam penyakit berbahaya. Dengan melakukan imunisasi rutin akan membuat tubuh bayi kuat terhadap serangan penyakit dan mampu untuk melawan balik serangan tersebut. Contoh beberapa vaksinasi wajib untuk bayi antara lain :

  • Vaksinasi Hepatitis B

  • Imunisasi Campak

  • Imunisasi BCG atau tuberkolosis

  • Imunisasi Polio

  • Imunisasi DPT-HB-HiB

 

OLAHRAGA UNTUK BAYI

Mungkin sebagian orang tua tidak pernah berpikir bahwa bayipun bisa berolahraga. Dengan berolahraga bisa membantu perkembangan otak bayi dan melatih otot-otot bayi menjadi lebih kuat. Namun olahraga yang bisa dilakukan untuk bayi sangat terbatas dan hanya gerakan ringan saja.

Contoh gerakan ringan tersebut antara lain : memegang jari, melakukan tengkurap sesekali, menggerakkan kaki bayi seperti mengayuh sepeda, dan memancing bayi dengan mainan agar ia bergerak dan menahan bobot tubuhnya sembari berusaha mengambil mainan yang ia sukai tersebut.


ISTIRAHAT YANG CUKUP

Tidur yang cukup bagi bayi sangat baik untuk tumbuh kembangnya. Bayi yang mendapatkan cukup tidur pada siang dan malam hari akan lebih aktif berinteraksi dengan sekelilingnya, lebih ceria dan ramah, tidak mudah marah dan tidak mudah menangis. Dan juga bayi yang memiliki istirahat yang cukup cenderung memiliki tubuh yang kuat dan sehat dan tidak gampang terkena penyakit.

 

LINGKUNGAN YANG NYAMAN, BERSIH DAN RENDAH KEBISINGAN

Lingkungan juga merupakan faktor penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Lingkungan yang kotor cenderung akan membuat bayi rentan terkena penyakit walaupun bayi tersebut memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Dan juga ibu perlu memperhatikan tingkat kebisingan lingkungan tempat dimana bayi tersebut berada karena paparan suara lebih dari 80 desibel dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada bayi dan bahkan bisa merusak seperempat komponen telinga bagian dalam dan menyebabkan hilangnya pendengaran.

Demikian Artikel ini semoga bisa membantu ibu dalam meningkatkan imunitas bayi dan menjaga kesehatannya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url